Jumat, 04 Desember 2009

“ Yayasan Daun Sejahtera “ Adalah propaganda Jaringan NII alzaytun.. Waspadalah

“ Yayasan Daun Sejahtera “ adalah Propaganda baru dalam NII alzaytun melalui Organisasi sosial nonprofit yang meminati dan bergerak dalam memberikan kemudahan bagi anak dan kaum lanjut usia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Mengaku Didirikan atas dasar komitmen dan kesamaan visi diantara beberapa tenaga profesional yang memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu kehidupan kaum marginal, terutama dibidang pendidikan dan kesehatan melalui pemberdayaan potensi sumber daya manusia dan alam lingkungannya secara bijak

“ Yayasan Daun Sejahtera “

Mengaku Mengawali kiprahnya dengan melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial, seperti diantaranya :
>Pada Juni 2006 mengadakan khitanan massal bagi 300 peserta bertempat di Masjid Pondok Indah – Jakarta.
>Pada tahun 2006 & 2007 memberikan mengumpulkan dan menyalurkan pakaian bekas layak pakai bagi korban banjir di perumahan Cileduk Indah I & II Tangerang – Banten.
>Pada tahun 2006 & 2007 mengadakan penyuluhan tentang kesehatan, pengobatan gratis dan memberikan obat-obatan serta bahan makanan di berbagai tempat.
>Pada tahun 2006 & 2007 Mengadakan pertunjukan musik amal di Jakarta dan Indramayu.
>Pada Tahun 2006 Konser Musik amal bagi korban tsunami Aceh yang disalurkan melalui PMI cabang Tangerang bertempat di WTC Matahari Serpong.

Tempat kedudukan

>Pendirian “Yayasan Daun Sejahtera “disyahkan dengan Akte notaris : Erlina Dwi Kurniawati.SH. No.23. Tgl.27-11-2007 dan berkedudukan di Tangerang – Banten.
>Bila dipandang perlu Yayasan ini dapat membuka kantor cabang atau kantor perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar negara Republik Indonesia sebagaimana yang ditetapkan oleh pengurus dengan persetujuan pembina.

Visi

Menjadi organisasi sosial yang profesional dalam memberikan kemudahan pelayanan dibidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat marginal tanpa membedakan latar belakang suku dan agama.

Misi

Memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan pendidikan dan kesehatan essensial dengan memberdayakan potensi masyarakat dan sarana pelayanan publik yang tersedia.
Mengembangkan kemitraan sosial dalam mewujudkan jejaring guna menjamin kesinambungan adanya sumber dana penunjang bagi upaya pendidikan dan kesehatan
masyarakat.

Tujuan

penggalangan dana dan Terciptanya sistem penunjang sosial dalam masyarakat untuk memperoleh kemudahan dalam mengakses kesempatan menikmati pelayanan pendidikan dan kesehatan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Program Utama

Penggalangan dana Penyediaan pelayanan pendidikan dan kesehatan essensial bagi masyarakat guna meningkatkan akses dan pemerataan kesempatan memperoleh pelayanan yang bermutu.
Pemberdayaan masyarakat untuk mampu menyelesaikan berbagai masalah utama dibidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup melalui penggalangan potensi dan aset yang tersedia dalam masyarakat.

Kegiatan Usaha

Bidang pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan formal dari tingkat kelompok bermain sampai perguruan tinggi.
Penyelenggaraan pendidikan bagi anak–anak dengan kebutuhan khusus.
Penyelenggaraan pendidikan non formal seperti Taman Bimbingan Siswa ( TBS ), kursus dan ketrampilan.
Penyelenggaraan pelatihan praktis dibidang : pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perindustrian, mekanik dan elektronika, perhotelan dsb.

Bidang kesehatan
Penyelenggaraan poliklinik ( Health Centre), rumah singgah, rumah rehabilitasi, penampungan pengungsi, panti wreda, penitipan bayi, dsb.

Bidang Sosial kemanusiaan dan HAM
Penyelenggaraan layanan bantuan hukum dan HAM, layanan bantuan korban kekerasan dalam rumah tangga, masalah-masalah psikologis, sengketa masalah tenaga kerja, konsuling masalah trafficking, masalah-masalah ketimpangan gender dan anak jalanan.

Bidang satwa dan lingkungan hidup
Penyelenggaraan penelitian dan perlindungan satwa serta tumbuh-tumbuhan langka.
Penyelenggaraan pelayanan bagi kesehatan satwa, penangkaran dan rawat inap satwa.
Penyelenggaraan layanan laboratorium dan pembibitan tanaman, dsb.

Prinsip Penyelenggaraan

1. Keyakinan yang kuat, dan kokoh terhadap kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa adalah energi utama yayasan.
2. Visi dan Misi organisasi adalah arah pasti yayasan.
3. Kekompakan antar pengurus, pengawas dan pembina adalah sumber kekuatan yayasan (Netwok).
4. Pengelolaan dana yang dilakukan secara profesional adalah akuntabilitas yayasan.
5. Membangun, menjaga dan mengembangkan jejaring kerja (Network).

Program yang sedang berjalan

Sejak tahun 2007 Yayasan telah mulai memantapkan kiprahnya melalui Klinik di Jl. Pondok Betung Raya No.3 Bintaro – Tangerang dengan pelayanan yang antara lain
meliputi bidang :
1. Kesehatan umum
2. Kesehatan Gigi
3. Kebidanan
4. Gizi
5. Psikologi

Mulai tahun 2008, langkah langkah strategis untuk merealisasikan tujuan Yayasan sedang dipersiapkan secara bertahap, program-program:
• Anak asuh
• Bantuan dana pendidikan
• Bantuan tenaga guru dan instruktur
• Bantuan makanan tambahan bagi siswa
• Pengembangan sarana dan prasarana organisasi

Penyelenggara
Daun Production YANG JUGA MERUPAKAN APARAT NII KW9 ALZAYTUN

Ketua Penyelenggara
Rully Muliarto

Wakil Ketua
Mohammad Rifat

Sekretaris
Hendriyanto

Wakil Sekretaris
Dwi Warastomo

Dana
Zul Asrar

Operasional
Hajar Agus Mulyadi

Sponsorship
Imawan Rahadianto

Acara
Ahmad Kurnia

Peserta
Sugito

Perlombaan
Irvano Simatupang

Bazaar
Denny Djoko

Dokumentasi
Yan Haryadie

Perlengkapan
Denny Yuswanto

Medis
Dr. Heny

Media
Yozar Mohammad

Perizinan
Eko Priyanto

Sumber Dana

Tetap:
Pembina, Pengawas, Pengurus
Insidentil:
• Donatur Umum, perorangan ataupun institusi.
• Bantuan dalam bentuk uang atau barang.

Kantor

Jl. Raya Pondok Betung No.3 Bintaro – 15221
Telp. (021) 7388 9795 / 7388 8075, Fax. (021) 7388 9795

Klinik

Jl. Pahlawan Raya No.14 Rempoa, Tangerang – Banten
Telp (021) 930 00546 / 0818 808292

Bank
Mandiri Cabang Pondok Indah Plaza No.Rek 101.0005377575 a/n Yayasan Daun Sejahtera

ITULAH CARA BARU JARINGAN NII ALZAYTUN UNTUK TERITORIAL JAKARTA SELATAN DALAM MENGEMBANGKAN SAYAPNYA..

Senin, 14 September 2009

PAT GULIPAT SKANDAL CENTURY : ABU MA’ARIK ( PANJI GUMILANG ) DAN ROBERT TANTULAR

Berikut Tim NCC akan menurunkan 9 tulisan bersambung ;

1. Pundi – Pundi Sang Syekh Panji Gumilang

2. Dari CIC menuju Century ‘Cuci Uang Gaya NII’ di Pantau PPATK

3. Robert Tantular : Lobi Syakh Panji Gumilang menuju Istana (Watinpres)

4. Gadaikan Zaytun, pnji Gumilang Bawa Kabur Trilyunan Rupiah

5. Di Balik Aliran Dana Century, “Bagi-bagi untuk Pilpres dan Teroris Kerah Putih”

6. Gempa Datang, Sri Mulyani Balik Tuduh Cikeas Bermain

7. Nyanyian Pagi Susno Duaji: “Saya disadap KPK!”

8. Mission Imposible : Century Di Rampok Dalang NII KW9

9. Bargaining JK ‘Teriak Maling’ Bagi Dong Kursi Menteri

Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
Inilah salah satu pemilik Bank CIC: Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun.

UNIK nian nama itu: Abu Ma’arik. Tapi janganlah dulu anggap remeh. Ini bukan nama penjual kambing di Tanah Abang. Jelas tertera di dokumen laporan pemeriksaan Bank Indonesia, bersama sejumlah institusi keuangan ternama semacam Bank Amex, Morgan Stanley, atau UBS AG, Abu Ma’arik adalah salah satu pemilik Bank CIC Internasional. Pada posisi per tanggal 30 Juni 2001, nama itu tercatat menguasai 3,16 persen saham CIC. Nilainya? Rp 7,6 miliar.
Siapa dia? Menurut sejumlah sumber tepercaya di Bank CIC, tak lain tak bukan dia adalah Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun seluas 1.200 hektare di Indramayu, Jawa Barat, yang juga diyakini merupakan pusat gerakan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW9). “Saya pernah dua kali datang ke Al-Zaytun menemui Abu Ma’arik (Panji Gumilang ), orangnya ya sama dengan foto Panji Gumilang yang ada di koran-koran itu,” kata seorang staf CIC.
Sudah dua tahun ini rekening Panji Gumilang jadi pembicaraan khalayak ramai. Al-Zaytun dan NII KW9 bahkan dicap aliran sesat oleh Forum Ulama Umat di Jawa Barat. Selain dituduh telah menyempal dari akidah, kelompok ini juga dicurigai telah menggalang dana umat lewat cara-cara manipulatif. Berpuluh korban telah datang mengadu, merasa diperalat jaringan ini untuk mengumpulkan uang dalam jumlah yang mencengangkan.
Seorang komisaris besar polisi yang intensif mengintai gerakan ini, misalnya, mencatat tiap wilayah NII dalam sebulan menyetor sekitar Rp 7 miliar. Jurnal Van Zorge mencatat pendapatan Al-Zaytun mencapai Rp 162 miliar setahun.
Yang menarik, sebagian besar uang itu ternyata ditanamkan di Bank CIC. Data hasil penyelidikan Solidaritas Umat Islam untuk Korban NII KW9 Al Zaytun Abu Toto (SIKAT) menunjukkan, pada bulan Juni 2001, di Bank CIC Pusat dan kantor cabang Fatmawati, Jakarta, tercatat 27 bilyet deposito atas nama Abu Ma’arik dan YPI (Yayasan Pesantren Indonesia, pengelola Al-Zaytun) senilai Rp 26,8 miliar.
Dua tahun sebelumnya, tahun 2000, kata seorang mantan petinggi CIC yang pernah mengelola dana ini, jumlah totalnya mencapai lebih dari Rp 250 miliar. Belakangan nilainya terus menyusut hingga diperkirakan tinggal Rp 80 miliar saja. “Rekening Abu Ma’arik banyak menampung kiriman uang dari negara Timur Tengah,” ujarnya.
Panji memilih CIC sebagai pundi-pundinya setelah bersahabat dengan Robert Tantular, pemilik bank ini, sejak akhir 1990 lampau. Perkenalan mereka diawali pertemanan lama tangan kanan masing-masing: Sriyono, orang kepercayaan Robert dan Sekretaris Korporat CIC ketika itu, dan Syarwani, Ketua YPI yang juga disebut-sebut merupakan salah satu petinggi NII KW9.
Disatukan kepentingan saling menguntungkan, hubungan keduanya berlangsung seperti panci bertemu tutupnya. Klop. Robert membantu mengelola duit Panji, sebaliknya kucuran rupiah segar dari Al-Zaytun amatlah bermanfaat untuk menjaga kas CIC tetap segar-bugar. “Keduanya sudah seperti saudara,” kata sumber itu.
Sayang, Panji menolak memberikan penjelasan. “Pertanyaan itu terlalu mengada-ada dan tidak proporsional. Ini kan sangat rahasia, ditanya polisi pun kami belum tentu mau menjawab,” katanya melalui telepon seluler. Cuma, dalam sebuah wawancara dengan majalah ini beberapa waktu lalu, ia membantah punya nama alias Abu Ma’arik, “Saya nggak pernah punya nama-nama begitu.”

Robert pun menyangkal. Adapun Sriyono cuma menjawab pendek sebelum buru-buru mematikan telepon genggamnya, “Wah, nggak tahu saya.” Direktur Operasional CIC, Hamidi, juga menyatakan tak tahu ihwal saham Abu Ma’arik di banknya. Tapi ia mengakui ada deposito atas nama itu, meski menolak merincinya karena alasan kerahasiaan bank. Kalau soal Abu Ma’arik adalah nama lain Abu Toto alias Panji Gumilang? Hamidi spontan menjawabnya, “Pokoknya yang di Pesantren Al-Zaytun itu.”

Sumber : http://hackergirl85.wordpress.com/

Senin, 03 Agustus 2009

COVER MAJALAH AL-ZAYTUN EDISI II FEB 2000, MENANTANG KERAS UMMAT ISLAM !

Anda punya majalah Al-Zaytun edisi II Februari 2000, coba lihat seksama dan kaji lebih dalam ilustrasi covernya, karena dalam ilutrasi tersebut ada tersirat makna filosofisnya yang mengandung kesombongan luar biasa sekaligus pelecehan dan penantangan terhadap ummat islam yang mencoba menghantamnya ( baca: ulama, kyai, FUUI, MUI, Al-Chaidar, Umar Abduh, M. Amin Jamaludin/ LPPI, SIKAT dll disimbolkan sebagai ombak/ badai ). Dalam cover tersebut digambarkan ada lautan yang penuh gelombang dan badai yang menghadap dan mencoba menerjang benteng Al-Zaytun, namun terjangan, serangan dan hantaman gelombang badai tersebut seeolah – olah tidak sedikitpun memberikan dampak kerusakan dan kehancuran terhadap benteng Al-Zaytun, kecuali hanya goresan kecil yang membuat lecet dindingnya saja. Dalam iliustrasi cover tersebut ada yang perlu dicatat, yaitu adanya satu kejanggalan dan sepertinya kejanggalan itu sengaja diciptakan agar ada kesan Al-Zaytun/ AS Panji G. itu kuat dan perkasa dan lawan – lawanya adalah buih yang tiada arti baginya, dimana yang semestinya panorama di dekat laut yang penuh gelombang dan badai, tentu gambar logis disampingnya adalah batu karang. Namun dalam ilustrasi cover ini Al-Zaytun / AS Panji G. memvisualikan dirinya sebagai benteng kokoh yang terus mengibarkan bendera ideologi kesesatannya NII KW IX Abu Toto, tapi bukan digambarkan sebagai batu karang, hal ini semakin mempertegas kecongkakan dan penantangan AS Panji G. secara terbuka pada ummat islam. Penulis dalam hal ini tidak sembarangan melakukan suatu kesimpulan subyektif dan emosi massa masa lalu sebagai acuan, namun didasarkan atas fakta yang ada, yaitu ketelodaran Ahmad Zaeem M ( dewan redaksi majalah al-zaytun, anaknya AS Panji G. ) yang mengetes penulis, coba terka apa makna filosofisnya dari cover tersebut, lalu dalam kesempatan itu dia menambah sedikit keterangan – keterangan yang penulis kemukakan, yang membuat penulis tercengangkan, tidak habis pikir dan tidak percaya akan hal yang diungkapkannya ( kebetulan saat itu belum ada konflik besar antara Tibmara vs AS Panji G. Seiring waktu berjalan, waktupun membuktikan siapa yang sebenarnya sahabat/ kawan perjuangan dan musuh dalam perjuangan islam. Hal ini dirasakan olehnya, ketika penulis melarikan diri dari Al-Zaytun, bertanya pada kawan – kawan kami, kenapa dia sampai keluar. Penulispun balik bertanya,’’ apa dia ( Ahmad Zaeem M ) tidak tahu, jika ternyata ayahnya ( AS Panji G. ) adalah menggunting kain dalam lipatan, semenjak itu penulispun tidak punya selera akan adanya ikatan emosional yang terbentuk sebelumnya.

BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS

Program tindak kejahatan Gerakan NII Al Zaytun atau NII faksi komando AS Panji Gumilang adalah didasarkan pada doktrin program penggalangan dana untuk negara dan filosofi paham sesat tersebut adalah Qonun Asasi dan Qonun Uqubat NII yang dinamakan jihad dan fa’i :
Sesungguhnya seluruh harta itu pada dasarnya adalah milik Allah yang pengelolaannya diserahkan kepada pimpinan dan warga NII. Seraya mengutip ayat:

“Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang shalih.”

Yang mereka maksud dengan kata hamba-hamba-Ku yang shalih di sini menurut tafsir NII adalah para aparat Negara Islam Indonesia dan seluruh warganya. Dengan pedoman tafsir NII tersebut seluruh warga NKRI pada hakekatnya memiliki derajat sama dengan binatang, untuk itu menurut hukum Nya (menurut hukum dan fiqh NII) yaitu boleh diambil susunya, diperas tenaganya, dan dimakan dagingnya (atas dasar fa’i dan tazkiyah).

Praktek pelaksanaan shalat, dzikir, tilawah, ta’lim dan tazkiyah yang sebenarnya adalah melaksanakan program negara, adapun program yang utama adalah setiap aktivitas yang dilakukan dalam rangka menghimpun dana dan merekruit atau ummat sebanyak-banyaknya untuk kepentingan membangun dan membesarkan jama’ah - Negara Islam Indonesia yang basis utamanya adalah Ma’had Al-Zaytun. Oleh karenanya dengan melalui cara apapun setiap warga NII Al Zaytun wajib mengambil kembali seluruh harta Allah yang ada di tangan orang-orang kafir NKRI dengan melalui fa’i, sekaligus dengan dasar keyakinan yang bertujuan untuk membersihkan mereka dari dosa, sehingga suatu saat kelak pada akhirnya mereka mudah dan bersedia untuk menerima seruan untuk masuk serta bergabung dengan NII.

Karenanya perilaku menipu, mencuri hingga sampai membunuh pun terhadap setiap kalangan di luar NII selain telah dianggap kafir dan berderajat binatang adalah karena dianggap sebagai salah satu bagian dari modus fa’i (mengambil hak secara paksa) belaka. Pada hakekatnya tindakan kriminal seperti itu diyakini komunitas NII sebagai praktek ibadah kepada Allah dan bentuk pengabdian kepada negara yang sebenarnya.

Rabu, 04 Februari 2009

NASIB ANAK – ANAK APARAT TERITORIAL

Sungguh menyedihkan memang nasib aparat – aparat teritorial baik yang sebagai mas’ul musa, ibrahin dan sholeh. Bagaimana tidak, jika ternyata kesedihan dan kepedihannya juga harus dirasakan juga oleh anak – anaknya yang hendak mau melanjutkan sekolah menjadi santri di Al Zaytun. Perjuanganan dan pengorbanan orangtuanya yang sebagai aparat teritorial tetap tidak membuat hati, perasaan AS Panji Gumilang sedikitpun bergeming untuk memperhatikan mereka ketika mencoba untuk menjadi santri. Padahal AS Panji Gumilang, melalui aparat – aparat dibawahnya bahwa orang – orang dalamlah yang akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk menjadi santri di Ma’had Al-Zaytun, disamping karena latar belakang sebagai ujung tombak pencari dana dan jama’ah, juga memang karena sebelumnya bahwa anak – anak dari aparat – aparat territorial tersebut telah mengikuti iuran program TPA [ tabungan pendidikan anak ] tiap bulan, yang memang telah diprogramkan dan digariskan dari atas. Dan statetement – statement dari AS Panji Gumilang dan pimpinan – pimpinan lainnya, yang menyatakan bahwa anak – anak orang dalam itu gratis [ tanpa beaya ] bila mengikuti pendidikan di Ma’had Al-Zaytun. Tapi itu cerita dulu, sebelum Al Zaytun begitu pesat perkembangannya. Ini kentara benar ketika Al-Zaytun sukses pada penerimaan perdana calon – calon santri, namun setelah yang kedua, ketiga dan seterusnya dan seterusnya pada setiap penerimaan santri, jauh panggang dari api.

Memang karena orangtuanya yang telah habis – habisan demi untuk NII KW IX Abu Toto, dan persepsi bahwa orangtuanya sebagai aparat teritorial, maka otomatis pula anaknya yang akan jadi calon santri tak perlu repot – repot lagi akan beayanya, karena informasi demikian yang diperoleh dari atasannya begitu, sehingga berangkat ke Al-Zaytun tanpa uang yang jauh dari memadai, katakanlah hanya cukup untuk jajan sehari , ya bagaimana orangtuanya punya duit darimana untuk membayar secara cash biaya pendaftaran dan beaya pendidikan yang berpuluh juta lebih itu. Dan ternyata dugaannya benar ketika pas pelaksanaan pendaftaran calon – calon santri, dan si calon santri itu bingung saat ditanyakan mana uangnya untuk disetor ke Banc CIC. Akhirnya si calon santri anak territorial itu sedih, menangis dan bingung harus berbuat bagaimana. Pada saat yang demikian ada seorang muadhof yang melihat anak tersebut, lalu didekatinya kemudian ditanyakan,’’ ada apa nak kok menangis disIni,’’ habis bagaimana bi [ singkatan panggilan Abi yang artinya Bapak/ Pak ] , saya kesini tidak diberi uang yang cukup, kecuali uang sedikit untuk beli aqua dan roti beberapa hari saja dan saya tidak ada uang untuk beaya yang harus disetorkan, itupun saya sudah tidak makan dari kemarin, kecuali aqua semata,’’ begitu cerita anak tersebut memelas. Mendengar cerita tersebut si muadhof lantas membawa anak tersebut untuk diajak memakan jatah makannya.

Sampai disini terus ada pertanyaan lalu bagaimana anak – anaknya muadhof yang disini yang mau menjadi calon santri Al Zaytun, tentu pasti diterima sekalipun dengan potongan – potongan gajinya tiap bulan, jika tidak diterima anak – anaknya muadhof maka akibatnya akan fatal bagi AS Panji Gumilang dan Al-Zaytun sendiri karena nanti dampaknya muadhof bisa mogok kerja dan demo sehingga mengganggu kelancaran pembangunan sarana dan prasarana di Ma’had Al Zaytun.

BY www.nii-crisis-center.com

PROKLAMASI NII

ROKLAMASI

Berdirinja NEGARA ISLAM INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim Asjhadoe anla ilaha illallah wa asjhadoe anna Moehammadar Rasoeloellah
Kami, Oemmat Islam Bangsa Indonesia MENJATAKAN:
Berdirinja ,,NEGARA ISLAM INDONESIA”
Maka hoekoem jang berlakoe atas Negara Islam Indonesia itoe, ialah: HOEKOEM ISLAM
Allahoe Akbar! Allahoe Akbar! Allahoe Akbar!

Atas nama Oemmat Islam Bangsa Indonesia
Imam NEGARA ISLAM INDONESIA
Ttd
(S M KARTOSOEWIRJO)
MADINAH-INDONESIA, 12 Sjawal 1368 / 7 Agoestoes 1949

Kekuatan Anggota & Penggunaan Kode Sandi Bagi Aparat Teritorial Gerakan NII KW IX

Penggunaan kode sandi teritori adalah susunan kode angka 4 s/d 6 digit yang menunjukkan identitas wilayah dan posisi seorang warga nii kw ix,pengunaan kode teritori ini hanya diberlakukan di pulau jawa atau aparat teritorial saja. Untuk aparat fungsional hanya menggunakan nama perwakilan YPI di suatu propinsi.

Berikut contoh penggunaan kode sandi teritori yang digunakan sampai hari ini

Penggunaan kode awal angka 1xxxx

Digunakan untuk menunjukkan wilayah (JABAR SELATAN=Priangan Timur) meliputi:Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Banjar Negara, Sumedang Majalengka, Indramayu, Subang dan Purwarkata.

Kode Awal Angka 2xxxx
Digunakan untuk menunjukkan Wilayah Jawa Tengah

Kode Awal Angka 3xxxx
Digunakan untuk menunjukkan Wilayah Jawa Timur

Kode Awal Angka 7xxxx

Digunakan untuk Wilaya (JABAR UTARA=Priangan Barat) meliputi Garut, Bandung – Padalarang,Cianjur, Bogor dan Sukabumi.

Kode digit kedua 71xxx
Digunakan untuk teritori daerah:

Kode angka : 71xx menunjukkan daerah teritori GARUT
Kode angka: 72xx menunjukkan daerah teritori BANDUNG
Kode angka 73xx menunjukan daerah teritori SUKABUMI
Kode angka 74xx menunjukkan Daerah teritori BOGOR

Kode awal 9xxxx
Digunakan untuk Wilayah 9 atau Jakarta Raya (Bekasi, DKI, Jakarta, Depok, Tangerang dan Banten)

Kode digit kedua 91xxx
Digunakan untuk Teritorial Daerah:

Kode Angka: 91xxx menunjukkan Daerah Teritori BEKASI
Kode Angka: 92xxx menunjukkan Daerah Teritori JAK. TIM
Kode Angka 93xxx menunjukkan Daerah Teritori JAK. SEL
Kode Angka 94xxx menunjukkan Daerah Teritori JAK. BAR
Kode Angka 95xxx menunjukkan Daerah Teritori JAK. UT
Kode Angka 96xxx menunjukkan Daerah Teritori JAK. PUS
Kode Angka 97xxx menunjukkan Daerah Teritori TANGERANG
Kode Angka 98xxx menunjukkan Daerah Teritori BANTEN UTARA
Kode Angka 99xxx menunjukkan Daerah Teritori BANTEN SELATAN

Kode digit ketiga 911xx

Digunakan untuk Teritorial District (Kabupaten). Untuk teritorial district, O.D.O dan Desa jumlah teritorial tersebut disesuaikan dengan teritorial yang ada di wilayah NKRI. Sebagai contoh:

Daerah Jakarta Selatan memiliki 10 Kabupaten (Distrik Office) meliputi:

Distrik Setia Budi (931xx)
Distrik Cilandak (932xx)
Distrik Mampang (933xx)
Distrik Tebet (934xx)
Distrik Ps Minggu (935xx)
Distrik Pancoran (936xx)
Distrik Jagakarsa (937xx)
Distrik Kebayoran Baru (938xx)
Distrik Kebayoran Lama (939xx)
Distrik Ulujami (9310xx)

Kode digit Keempat 9111x

Digunakan untuk Teritorial Onder Distrik Official (Kecamatan). Sebagai contoh:

Distrik Tebet memiliki 7 kecamatan (Onder Distrik Office), meliputi:

Kecamatan Kebon Baru (9341x)
Kecamatan Menggarai (9342x)
Kecamatan Bukit Duri (9343x)
Kecamatan Manggarai Selatan (9344x)
Kecamatan Tebet Barat (9345x)
Kecamatan Tebet Timur (9346x)
Kecamatan Menteng Dalam (9347x)

Kode digit Kelima 91111

Digunakan untuk Teritorial Desa. Sebagai contoh:

Kecamatan Bukit Duri memiliki 12 Desa, meliputi:

Desa 1 (9343/01)
Desa 2 (9343/02)
Desa 3 (9343/03)
Desa 4 (9343/04)
Desa 5 (9343/05)
Desa 6 (9343/06)
Desa 7 (9343/07)
Desa 8 (9343/08)
Desa 9 (9343/10)
Desa 10 (9343/10)
Desa 11 (9343/11)
Desa 12 (9343/12)

Desa dapat membawahi 3-10 Qabilah dan menambah kode dengan digit Keenam.

Sebagai contoh:

Desa 01 memiliki 5 Qabilah, meliputi:

Qabilah 1 (9343/01-01)
Qabilah 2 (9343/01-02)
Qabilah 3 (9343/01-03)
Qabilah 4 (9343/01-04)
Qabilah 5 (9343/01-05)

1 desa bisa memiliki: 3-10 RW atau Qabilah dengan jumlah anggota (ummat atau warga) berkisar 30-300 orang anggota/warga. Berdasarkan data dan perhitungan inilah kekuatan riil keanggotaan NII KW IX bisa diperkirakan

by www.nii-crisis-center.com